PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI PENUNJANG GIZI KELUARGA

Pekarangan adalah lahan yang ada disekitar rumah dengan batas lahan dan batas pemilikannya jelas, ditanami berbagai jenis tumbuhan dan tanaman, tempat memelihara berbagai jenis ternak dan ikan, digunakan untuk kegiatan pertanian pasca panen, tempat bermain bagi anak-anak, serta sering dimanfaatkan untuk acara keakraban dan tempat melakukan daur ulang berbagai bahan.

Upaya pemanfaatan pekarangan untuk membangun ketahanan pangan keluarga tersebut sangat penting, karena berdasarkan beberapa kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa ketersediaan pangan yang cukup secara nasional terbukti belum mampu menjamin perwujudan ketahanan pangan pada tingkat wilayah (regional) rumah tangga dan individu.

Sebagaimana disampaikan oleh Petugas Penyuluh Pertanian Kelurahan Kertasari Topan Taufiq, SP. saat melakukan kunjungan kerja ke beberapa kelompok tani di wilayah Kelurahan Kertasari beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan, untuk mewujudkan program Pemanfaatan Lahan Pekarangan pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis yang senantiasa memberikan bantuan berupa sarana produksi tani (Saprotan) sebagai bahan pemacu bagi masyarakat dalam berkreasi dan berinovasi secara mandiri.

Ia menambahkan, pekarangan dapat dimanfaatkan dan dikelola melalui pendekatan terpadu berbagai jenis tanaman, ternak dan ikan sehingga akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beraneka ragam secara terus menerus guna memenuhi gizi keluarga. Usaha dipekarangan jika dikelola secara intensif sesuai dengan potensi pekarangan, disamping dapat memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga juga dapat memberikan sumbangan pendapatan bagi keluarga.

Fasilitas pekarangan dapat dimanfaatkan berupa lahan pertanaman, kandang ternak, kolam ikan, lumbung/gudang, tempat menjemur hasil pertanian, tempat menjemur pakaian, halaman tempat bermain anak-anak, bangku, sumur, kamar mandi, tiang bendera, tiang lampu, garasi, lubang sampah, jalan setapak, pagar dan pintu gerbang.

Pembagian dalam menata zona pekarangan adalah :
1. Halaman depan (buruan) terdiri dari : lumbung, tanaman hias, pohon buah, tempat bermain anak, bangku taman, tempat menjemur hasil pertanian
2. Halam samping (pipir) terdiri dari : tempat jemur pakaian, pohon penghasil kayu bakar, bedeng tanaman pangan, tanaman obat, kolam ikan, sumur dan kamar mandi
3. Halaman belakang (kebon) terdiri dari bedeng tanaman sayuran, tanaman bumbu, kandang ternak dan tanaman industri.

Jenis-jenis yang dapat dikembangkan di lahan pekarangan adalah :
1. Tanaman pangan : umbi-umbian, kacang-kacangan, sayuran, buah, bumbu dan obat.
2. Tanaman yang bernilai ekonomi tinggi : buah, sayuran, bunga hias
3. Ternak : unggas hias, petelur dan pedaging
4. Ikan : hias dan produksi tinggi

Melalui pemanfaatan pekarangan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi gizi keluarga kearah yang lebih baik lagi dan menjadi motivasi bagi masyarakat dalam pengembangan lahan pertanian secara mandiri.
(Humas)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *